Minggu, 27 Maret 2016

ABC Analisis dalam Manajemen Persediaan


 Pada postingan blog saya kali ini, saya akan menjelaskan sedikit tentang apa itu ABC analisis yang ada di manajemen persediaan. Postingan ini sekaligus berfungsi untuk pemenuhan tugas mandiri dari mata kuliah Manajemen Persediaan. Berikut adalah beberapa penjelasannya..

ABC Analisis


“Pola distribusi pendapatan penduduk pada dasarnya sama di seluruh negara dan di sepanjang sejarah. …hanya sebagian yang sangat kecil dari penduduk memiliki sebagian besar dari pendapatan seluruh penduduk, dan sebaliknya pula, sebagian besar penduduk hanya memiliki sebagian saja dari pendapatan seluruh penduduk.” — Vilfredo Pareto, Ekonom dan Sosiolog Italia

    Analisis ABC adalah metode dalam manajemen persediaan (inventory management) untuk mengendalikan sejumlah kecil barang, tetapi mempunyai nilai investasi yang tinggi.

    Analisis ABC didasarkan pada sebuah konsep yang dikenal dengan nama Hukum Pareto (Ley de Pareto), dari nama ekonom dan sosiolog Italia, Vilfredo Pareto (1848-1923). Hukum Pareto menyatakan bahwa sebuah grup selalu memiliki persentase terkecil (20%) yang bernilai atau memiliki dampak terbesar (80%). Pada tahun 1940-an, Ford Dickie dari General Electric mengembangkan konsep Pareto ini untuk menciptakan konsep ABC dalam klasi kasi barang persediaan.
    Berdasarkan hukum Pareto, analisis ABC dapat menggolongkan barang berdasarkan peringkat nilai dari nilai tertinggi hingga terendah, dan kemudian dibagi menjadi kelas-kelas besar terprioritas; biasanya kelas dinamai A, B, C, dan seterusnya secara berurutan dari peringkat nilai tertinggi hingga terendah, oleh karena itu analisis ini dinamakan “Analisis ABC”. Umumnya kelas A memiliki jumlah jenis barang yang sedikit, namun memiliki nilai yang sangat tinggi.

Dalam hal ini, saya akan menggunakan tiga kelas, yaitu: A, B, dan C, di mana besaran masing-masing kelas ditentukan sebagai berikut (Sutarman, 2003, pp. 144–145):

    Kelas A, merupakan barang-barang dalam jumlah unit berkisar 15-20% dari  total seluruh barang, tetapi merepresentasikan 75-80% dari total nilai uang.
    Kelas B, merupakan barang-barang dalam jumlah unit berkisar 20-25% dari total seluruh barang, tetapi merepresentasikan 10-15% dari total nilai uang.
    Kelas C, merupakan barang-barang dalam jumlah unit berkisar 60-65% dari total seluruh barang, tetapi merepresentasikan 5-10% dari total nilai uang.
Besaran masing-masing kelas di atas akan membentuk suatu kurva sebagaimana terlihat pada Gambar 1 di bawah ini.

Sumber: Kusnadi, 2009, p. 9
Gambar 1. Kurva Analisis ABC


     Adapun langkah-langkah atau prosedur klasi kasi barang dalam analisis ABC adalah sebagai berikut:
Menentukan jumlah unit untuk setiap tipe barang.
Menentukan harga per unit untuk setiap tipe barang.
Mengalikan harga per unit dengan jumlah unit untuk menentukan total nilai uang dari masing-masing tipe barang.
     Menyusun urutan tipe barang menurut besarnya total nilai uang, dengan urutan pertama tipe barang dengan total nilai uang paling besar.
Menghitung persentase kumulatif barang dari banyaknya tipe barang.
Menghitung persentase kumulatif nilai uang barang dari total nilai uang.
Membentuk kelas-kelas berdasarkan persentase barang dan persentase nilai uang barang.
    Menggambarkan kurva analisis ABC (bagan Pareto) atau menunjuk tingkat kepentingan masalah.
Dengan analisis ABC, kita dapat melihat tingkat kepentingan masalah dari suatu barang. Dengan begitu, kita dapat melihat barang mana saja yang perlu diberikan perhatian terlebih dahulu.



Rujukan:
Kusnadi, E. (2009). Analisis produktivitas terhadap penyeimbangan lintasan. Unpublished undergraduate thesis, Program Studi Teknik Industri, Universitas Mercu Buana, Jakarta.
Sutarman. (2003). Perencanaan persediaan bahan baku dengan model backorder. Infomatek, 5(3), 141–152.
 https://eriskusnadi.wordpress.com/2009/10/03/analisis-abc/



Nama : Rieda Andini Yulianti
NIM : 223414016
D3 MLM 2014

apa itu EOQ atau Economic Order Quantity dalam Manajemen Persediaan (Inventory Management) ???

               Dalam postingan kali ini, saya akan membahas beberapa hal tentang apa tu EOQ atau Economic Order Quantity dalam cangkupan Manajemen Persediaan. Postingan ini saya buat untuk memenuhi Tugas Mandiri dari Mata Kuliah Manajemen Persediaan.
PENGERTIAN EOQ (ECONOMIC ORDER QUANTITY)

               EOQ (Economic Order Quantity) adalah suatu model yang menyangkut tentang pengadaan atau persediaan bahan baku pada suatu perusahaan. Setiap perusahaan industri pasti memerlukan bahan baku demikelancaran proses bisnisnya, bahan baku tersebut diperoleh dari supplier dengan suatu perhitungan tertentu.Dengan menggunakan perhitungan yang ekonomis tentunya suatu perusahaan dapat menentukan secara teratur bagaimana dan berapa jumlah material yang harus disediakan. Ketidakteraturan penjadwalan akanmemberikan dampak pada biaya persediaan karena menumpuknya persediaan di gudang. Dengan demikian pengelolahan atau pengaturan bahan baku merupakan salah satu hal penting dan dapat memberikan keuntungan pada perusahaan.
EOQ Terdiri dari :
1.      Biaya pemesanan (Ordering Cost/ set up Cost)
Adalah semua biaya dari persiapan pemesanan sampai barang yang dipesan datang. Bersifat konstan, tidak tergantung pada jumlah barang yang dipesan. Biaya-biaya ini adalah sebagai berikut :
a.      Biaya persiapan pemesanan
b.      Biaya mengirim atau menugaskan karyawan untuk melakukan pemesanan
c.      Biaya saat penerimaan bahan yang dipesan
d.      Biasa penyelesaian pembayaran pemesanan

2.      Biaya Penyimpanan di Gudang (Inventory Carrying Cost), terdiri dari :
a.      Biaya Sewa Gudang
b.      Biaya Pemeliharaan Barang
c.      Biaya Asuransi Bahan
d.      Biaya Tenaga Kerja di Gudang
e.      Biaya kerusakan bahan Baku

Biaya pemesanan menghendaki yang dipesan sebesar-besarnya agar biaya pemesanan minimal sedangkan biaya penyimpanan menghendaki jumlah yang dipesan sekecil-kecilnya agar menghemat biaya penyimpanan.
Rumus EOQ :
                        EOQ =      2 x R x S
                                            P 
                                        
Rumus EOQ :
                        EOQ =      2 x R x S
                                                C

R = Kebutuhan barang dalam suatu periode tertentu missal setahun
S  = biaya pemesanan setiap kali pesan
P =  harga beli setiap unit barang
I  =  Biaya penyimpanan yang dinyatakan dalam prosentase dari nilai rata-rata persediaan barang yang disimpan
C = Biaya penyimpanan tiap unit barang yang disimpan (dalam rupiah)

SS = Safety Stok adalah Persediaan Pengaman
ROP = Re Order Point adalah titik dimana harus dilakukan pemesanan kembali
Lead Time (LT) atau tenggang waktu adalah waktu yang dibutuhkan sejak memesan barang sampai barang yang dipesan datang.
Contoh soal :
Perusahaan x membutuhkan bahan mentah karet sebanyak 6.400 unit/tahun ( 1 tahun = 320 hari) dengan harga Rp.50 setiap unit
Dalam rangka pembelia tersebut dibutuhkan biaya-biaya sbb:
-biaya pengiriman pesanan =Rp.10/1 kali pesan
-biaya administrasi = Rp.20/1 kali pesan
-biaya penyelesaian pemesanan Rp 20 / 1 kali pesan
-biaya penyimpanan di gudang = Rp. 1 /unit / tahun
Pertanyaan :
1.      tentukan EOQ
2.      ROP jika Procuremen Lead Time (PLT) selama 6 hari.
3.      Gambarkan grafik EOQ, ROP dan SS jika SS ditentukan 500 unit.

Jawab :
Diket :
R = 6.400 unit
S = 10 + 20 + 20 = Rp. 50
C = Rp. 1
a.
 Rumus EOQ :
                        EOQ =      2 x R x S
                                            C
                        EOQ =      2 x 6.400 x 50
                                               1
                                  = 800 unit
  1. Penggunaan selama 1 tahun = 6.400 unit
Penggunaan selama 1 hari = 6.400/320 = 20 unit
Penggunaan selama lead time = 20 x 6 = 120 unit
Safety stock = 500
ROP = PLT + SS
ROP = 120 x 500 = 620 unit
  1. Frekuensi pembelian 1 tahun =
            : 800 = 8 kali atau 320 hr/8 = 40 hari sekali.


daftar pustaka :
https://sites.google.com/site/budisn3/pengantar-bisnis/economic-order-quantity-eoq diakses pada tanggal 27 Maret 2016 pada pukul 15.20 WIB

Nama : Rieda Andini Yulianti
NIM : 223414016
D3 Manajemen Logistik 2014
STMT Trisakti Jakarta

Sabtu, 19 Maret 2016

"JUST IN TIME DISTRIBUTION" of PT. Semen Indonesia Tbk to the all Corner of Indonesia


Just In Time Distribution of Semen Indonesia Product to the all Corners of Indonesia
by. Dr. Ir. Gatot Kustyadji, SE, M.Si as the
Director of Human Capital & Legal, PT. Semen Indonesia Tbk.


In the event to approch the STMT TRISAKTI Anniversary to 46 years, STMT TRISAKTI present a Public Lecture “Just in Time Distribution” these are 4 things that he had present.
1.      BUSSINESS PROCESESS OF SEMEN INDONESIA
PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk is the Strategic Holding Company from PT. Semen Padang, PT. Semen Gresik, PT. Semen Tonasa and Thang Long Cement stock Company

a.      Vision of PT. Semen Indonesia
“Become the International Leading Permanent Company of ASEAN”

STRATEGY OF PT. SEMEN INDONESIA
·        Undertake Capacity Growth
·        Manage Energy Security
·        Move Closer to The Customer

·        Enchance Company Image
·        Enable Coorporate Growth
·        Manage Key Risk


2.      DISTRIBUTION
Distribution is the Activity for moving the Product from the Supplier to the Customer in a Supply Chain scope
“Proper distribution nework will be used to achieve various objectives of supply chain, ranging from low cost to high responses to request from consumers. Chpra, 2010. P86)
These are the Incoterms that used by PT.Semen Indonesia :
·        FOT (Free On Truck) : Loading Location (EX-Works)
·        FOB (Free On Board) : the Port of Loading
·        FRANCO : Delivery Location
·        CIF (Cost, Insurance and Freight) : the port of Destination

3.      LOGISTICS
Logistics is the Planning Process, Implementation and the Control of the Raw Material Control, Work in Process Product, and Finished Product that implemented by the Effective and Efficient way



4.      SUPPLY CHAIN MANAGEMENT

Thank you so much for this Valuable General Lecture yesterday STMT TRISAKTI my Proud College and Happy Anniversary t STMT Trisakti for the 46 Years.. 


Kamis, 11 Februari 2016

Summary of Company Visit PT.Kencana Citra Nusantara, Marunda, Jakarta Utara, Indonesia

On February, 06th 2016. We as Student of Diploma-3 Logistics and Materials Management were has a Company Visit to PT.KCN, Marunda, North Jakarta. In there we saw some Logistics Activities specially in Loading-Unloading activity. As we know PT.KCN is a Port that provided the Loading and Unloading Activity Services.
PT.KCN were has some Commodity that usually served is like Coal, Sand, CPO, etc. The Commodities came from the other Regions in Indonesia (impor dalam Negeri). PT. Karya Nusantara Citra is a Joint Venture between PT. Nusantara Bonded Zone (KBN) and PT. Karya Teknik Utama. Primary business PT. KCN is as inter-island port management (inter) in Marunda.
The company provides several services such as:
a. providers dock
b. Providing land buildup
c. Unloading and loading
d. weigher
e. Tracking

In there i saw the process of Coal’s Unloading from the Barge (Tongkang) to the Trucks.The  Process were started from the Barge which would be moved closer to the Port and called the Tug Boat to helped the Barge to Docked into the Port. After the Barge have to be docked, the Excavators will be Going Up onto the Barge and the Excavators have to moved the Coals from the Barge into the Trucks. After the Truck have fulled by the Coals, the truck will be moved to the Truck Scale to be weighed. For got the net weight we should weighed the empty truck to know how much the weight of the truck (just the truck) and record it. The truck that fulled by the Coals should be weighed too and recorded it of course. After we recorded the weight of the both, we just need to reduces between the fulled truck weight with the empty truck weight and we will get the net weight. After that the other Truck will be processed the same way trough till the Barge empty from the Coals and the trucks will be delivered it t the customers.

The Definition Of Jetty, Barge and Tug Boat
 JETTY
Jetty is a specially designed building on a port that is used for tethered or a shipping / docked to the loading and unloading of goods and passengers. Not just as a place to do a spot of loading and unloading of goods or passengers, but the jetty is also used as a place to conduct refueling vessels, clean water, drinking water or dirty channel.
Provision of the pier at PT. KCN for berthing / docking ship so they can perform advanced services such as mooring, loading or waiting for other services (docking, processing of documents and others).

BARGE
Barge or pontoon is a type of vessel with a flat stomach or a big box that floats, used for transporting goods and towed by tugs or are used to accommodate the ebb and flow like the floating dock.
tonkang itself does not have a propulsion system (propulsion) such vessels in general. Making the barge is also different because the construction only, without a system like ships in general. Barge itself is commonly used to transport bulk cargo in bulk such as wood, coal, sand and others.




TUGBOAT
Tugs / tug boat is a vessel that can be used to maneuver / movement, the main pull or push other ships in the harbor or the high seas. Similarly tugboat used to pull barges, broken, and other equipment.

Tugboat has high maneuverability, depending on the drive unit. Delay ships with conventional propulsion has a propeller at the rear, efficient to pull the boat from the port to other ports. Other movers type often called Schottel propulsion system (azimuth thruster / Z-Peller) in which the propeller under the ship can move 360 ​​° or Voith-Schneider propulsion system that uses such a knife under the ship to make the vessel rotates 360 °


i felt Great to Visited that port and make some usefull Experience in my Life :)

Name : Rieda Andini Yulianti
NIM : 223414016
D3 Logistic and Material Management.

Sabtu, 09 Januari 2016

STMT Trisakti Jakarta dan Manajemen Logistik Material

Assalamualaikum..
Salam Sejahtera dan Salam Mahasiswa buat kalian yang sudah mengunjungi Blog saya ini.
Saya Rieda Andini merupakan salah satu dari ribuan Mahasiswa STMT TRISAKTI Jakarta ingin sedikit menuliskan beberapa hal tentang STMT Trisakti khususnya di Bidang Manajemen Logistik yang saya ambil. By the way, saya adalah mahasiswi D3 Manajemen Logistik Material yang sedang menjalani tahap akhir semester 3. Dari keseluruhan waktu yang saya butuhkan untuk lulus dari jenjang D3 ini hanya tinggal tersisa 3 semester lagi, ga berasa udah mau semester 4 lagi aja. Bentar lagi PKL nih, buat pengunjung Blog saya bisa sekalian ngasih saran tentang tempat PKL yang bagus. Haha..
Ya.. sekarang saya akan menuliskan beberapa infrmasi yang menyangkut tentang STMT Trisakti Jakarta yang akan dimulai dari Sejarah STMT Trisakti.

1.      Sejarah STMT Trisakti Jakarta

STMT Trisakti adalah salah satu Perguruan Tinggi Swasta di bawah Yayasan Trisakti. Kampus ini berlokasi di Jalan IPN nomor 2, Cipinang Besar Selatan, Jakarta Timur.

Pada tahun 1970 STMT Trisakti dikenal dengan nama Akademi Angkutan Udara Niaga (AAUN) Trisakti. Kemudian dengan Keputusan Mendikbud No.0332/O/1985 tanggal 27 Juli 1985 berubah menjadi Akademi Administrasi Udara Niaga Trisakti.
Selanjutnya berdasarkan Keputusan Mendikbud No.0860/O/1986 tanggal 6 Desember 1986, status dan nama lembaga ini ditingkatkan menjadi Sekolah Tinggi Manajemen Transpor Trisakti disingkat STMT Trisakti.
Ketika itu STMT Trisakti mengelola 2 (dua) Jenjang Pendidikan, yaitu:
a. Jenjang Pendidikan D.III
b. Jenjang Pendidikan D.IV
               Tahun 1986, STMT Trisakti memperoleh izin dari DIKTI untuk menyelenggarakan Jenjang Pendidikan Diploma IV untuk Program Studi Manajemen Transpor Darat (D.IV MTD), berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nomor : 0895 / O / 1986 tanggal 29 Desember 1986.
Tahun 1993, STMT Trisakti memperoleh izin dari DIKTI untuk menyelenggarakan Jenjang Pendidikan Diploma III untuk Program Studi Manajemen Transpor Laut (D.III MTL), berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor : 481/DIKTI/Kep/1993 tanggal 13 Agustus 1993, dengan Status TERDAFTAR.
Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 18/DIKTI/Kep/ 1998 tanggal 26 Januari 1998, Program Studi Diploma IV (D.IV) berubah menjadi Program Studi Strata 1 (S.I) Manajemen, dengan konsentrasi :
-        Manajemen Transpor Udara (MTU)
-        Manajemen Transpor Darat (MTD)
-        Manajemen Transpor Laut (MTL).
Pada tahun 1998, STMT Trisakti memperoleh izin menyelenggarakan Jenjang Pendidikan Diploma III Program Studi Manajemen Logistik dan Material (D.III MLM), berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor : 194/DIKTI/Kep/1998 tanggal 15 Juni 1998, dengan Status TERDAFTAR.
                        Pada tahun 2005, STMT Trisakti memperoleh izin operasional untuk penyelenggaraan Program Pasca Sarjana Magister Manajemen Transpor dan Logistik berdasarkan surat DIKTI No. 646/D/T/2005 tanggal 3 Maret 2005.


Saat ini STMT Trisakti menyelenggarakan  :
·        Program Pendidikan Vokasi (D.III)
a.                Program Studi Manajemen Transportasi Udara ( MTU)
b.                Program Studi Manajemen Transportasi Laut (MTL)
c.                Program Studi Manajemen Logistik dan Material (MLM)
·        Jenjang Pendidikan Strata Satu (S.I), Program Studi Manajemen, dengan Konsentrasi
a.                Manajemen Transportasi Udara (MTU)
b.                Manajemen Transportasi Darat (MTD)
c.                Manajemen Transportasi Laut (MTL)
d.                Manajemen Logistik (MLog)
·        Jenjang Pendidikan Strata Dua (S.2), Program Pasca Sarjana Magister Manajemen
a.                Konsentrasi Magister Manajemen Transportasi  Udara
b.                Konsentrasi Magister Manajemen Transportasi  Darat
c.                Konsentrasi Magister Manajemen Transportasi Laut
d.                Konsentrasi Magister Manajemen Logistik

a.     Status Akreditas Program Studi
Akreditas program studi yang ada di STMT Trisakti diperoleh berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditas Nasional Perguruan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia, antara lain :
Program Studi
Peringkat Akreditas
SK BAN Dikti RI
D. III MTU
A
Nomor : 151/SK/BAN-PT/Akred/Dpl-III/V/2014 tanggal 28 Mei 2014
D. III MTL
A
Nomor : 432/SK/BAN-PT/Ak-SURV/Dpl-III/XI/2014 tanggal 14 Mei 2014
D. III MLM
B
Nomor : 362/SK/BAN-PT/Akred/Dpl-III/IX/2014 tanggal 11 September 2014
S1. Manajemen, 
Konsentrasi :
S.1 MTU
S.1 MTD
S.1 MTL
S.1 M.Log
A
Nomor : 174/SK/BAN-PT/Ak-XVI/S/VIII/2013 tanggal 24 Agustus 2013
S2. Manajemen, 
Konsentrasi :
S.1 MTU
S.1 MTD
S.1 MTL
S.1 M.Log
 B
Nomor : 146/SK/BAN-PT/Akred/M/V/2014 tanggal 23 Mei 2014

b.      Gelar Akademik
Lulusan STMT Trisakti berhak menggunakan sebutan profesional dan gelar akademik dibelakang nama sebagai berikut :
Jenjang Pendidikan
Sebutan Profesional/Gelar
Diploma Tiga 
(D.III)
·        Ahli Madya Manajemen Transpor Udara (A.Md.MTrU)
·        Ahli Madya Manajemen Transpor Laut (A.Md.MTrL)
·        Ahli Madya Manajemen Logistik & Mineral (A.Md.M.Log)
Strata Satu (S.1)
Sarjana Ekonomi (SE)
Strata Dua (S.2)
Magister Manajemen Transpor (MM.Tr)

2.      Jurusan Vokasi (D3) Manajemen Logistik Material, ini memeliki :
Visi
Sebagai program studi yang menyelenggarakan pendidikan professional di bidang manajemen logistic dan material yang unggul dan terpercaya di Indonesia

Misi
Menciptakan suasana akademik yang kondusif guna menghasilkan professional dengan kekhususan bidang logistic dan material yang memiliki kejujuran, disiplin berbudi pekerti yang baik dan kompetensi keilmuan yang tinggi untuk dapat bersaing dalam pasar tenaga kerja


Tujuan
Menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi dan integrasi keilmuan maupun keahlian yang berkualitas, disiplin, dan berbudi pekerti tinggi.

Sasaran
Mengembangkan kegiatan belajar mengajar, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang produktif, efektif serta efisien, dan memberika layanan pendidikan yang optimal serta menciptakan budaya akademik yang baik secara berkelanjutan.


3.      Jurusan D3 Manajemen Logistik dan Material sebagai Pilihan dan Tujuan
Bagi orang awam yang mendengar kata Logistik mungkin hanya beberapa saja yang tahu apa itu arti dan makna dari kata Logistik tersebut. Jujur saja, saat menjelang tes saringan masuk STMT Trisakti jalur Beasiswa saya sama sekali belum mengetahui apa jelasnya Logistik itu. Ketika saya menjawab pertanyaan tementeman atau orangorang tentang jurusan yang saya ambil di masa kuliah ini, mereka telihat bingung “apaan tuh Logistik?” “nanti kerjanya kaya gimana? Dimana? Ngapain aja?” “nanti gampang nyari kerja atau engga? Sama gajinya gede apa engga?” yaaaa itu beberapa pertanyaan yang sering saya dengar saat saya berkumpul dengan orang yang jarang saya temui. Naaahh.. untuk menjawab pertanyaan tersebut saya akan menuliskan beberapa hal yang InsyaAllah dapat menjawab Pertanyaan tersebut.

APA ITU LOGISTIK? Logistik merupakan seni dan ilmu mengatur dan mengontrol arus barang,energi, informasi, dan sumber daya lainnya, seperti produk, jasa, dan manusia, dari sumber produksi ke pasar dengan tujuan mengoptimalkan penggunaan modal.
Manajemen logistik merupakan bagian dari proses supply chain yang berfungsi untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengendalikan keefisienan dan keefektifan penyimpanan dan aliran barang, pelayanan dan informasi terkait dari titik permulaan (point of origin) hingga titik konsumsi (point of consumption) dalam tujuannya untuk memenuhi kebutuhan parapelanggan.
Manufaktur dan marketing akan sulit dilakukan tanpa dukungan logistik. Logistik juga mencakup integrasi informasi,transportasi, inventori, pergudangan,reverse logistics  dan green logistc. Berdasarkan pengertian di atas, maka misi logistik adalah "mendapatkan barang yang tepat, pada waktu yang tepat, dengan jumlah yang tepat, kondisi yang tepat, dengan biaya yang terjangkau, dengan tetap memberikan kontribusi profit bagi penyedia jasa logistik" Karenanya, logistik selalu berkutat dalam menemukan keseimbangan untuk 2 hal yang amatlah sulit untuk disinergikan, yaitu menekan biaya serendah-rendahnya tetapi tetap menjaga tingkat kualitas jasa dan kepuasan konsumen. Dalam dunia bisnis yang selalu berubah, manajemen logistik yang baik merupakan sebuah keharusan.

*     Kenapa saya memilih Jurusan Manajemen Logistik dan Material di STMT Trisakti Jakarta?
§  Awalnya saya disuruh untuk ambil jurusan kebidanan atau perawat oleh ibu saya, tapi kaka saya merekomendasikan Jurusan Logistik ini karena bidang Logistik ini memiliki prospek kerja yang sangat besar karena setiap perusahaan membutuhkan ilmu Logistik untuk mengurus setiap hal yang berhubungan dengan Barang atau Jasa mereka. Dan alasan yang paling sayang suka adalah bidang Logistik ini bisa kerja di Darat, Laut atapun Udara. Kenapa saya pilih STMT Trisakti? Karena sekolah tinggi yang ada jurusan Logistik masih jarang di Indonesia melihat hal ini Bidang Logistik adalah salah satu Bidang dari ratusan Bidang lainnya yang masih kurang peminatnya namun banyak sekali peluang kerjanya.

§  Kenapa pilih D3 bukan S1? Jujur, saya awalnya ikut seleksi beasiswa untuk S1 namun, karena belum rezeki nya saya tidak lolos di tahap akhir (wawancara pimpinan STMT) dan saya berpikir untuk ambil Beasiswa BPP Pokok yang ada di D3 agar bisa cepet kerja dan nanti InsyaAllah saya akan meneruskan ke s1.

§  Tujuan kenapa ambil Jurusan ini? Awalnya saya belum terlalu tahu apa tujuan saya ambil Jurusan Logistik? Tapi karena saya sudah mendengarkan dan belajar dari dosen dosen yang hebat saya tahu betul tujuan saya yaitu “lulusan berkualitas dari jurusan ini masih sangat jarang namun keberadaan orang tersebut sangat dibutuhkan oleh banyak perusahaan, kegiatan seharihari manusia tidak akan pernah berjalan jika kegiatan Logistiknya tidak berjalan. Logistics play a main role as the Heart of everything Activities In this World. Dan, cita cita saya adalah untuk menjadi seseorang yang handal dibidang Logistik dan mampu membantu mengembangan Kegiatan Logistik di Indonesia (Aamiin)

4.      HARAPAN SAYA SETELAH LULUS
Harapan saya setelah lulus sama dengan mahasiwa lainnya yaitu begitu selesai acara wisuda langsung bisa kerja dengan gaji yang terus meningkat dan bekerja sesuai dengan bidang yang telah saya pelajari.
1.      PT. FREEPORT INDONESIA, Papua



Banyak keluarga dan teman saya yang kontra akan keiinginan saya yang satu ini, alasannya saya ingin bekerja di Freeport ini karena gajinya besar ya walaupun biaya hidup disana pun mahal, sayang ingin mendapatkan pengalaman dan tantangan benar benar hidup mandiri, ingin explore dan melihat kekayaan Alam Indonesia yang sesungguhnya dengan nyata artinya bukan wacana dari rang lain atau baca dari internet.
Kenapa saya langsung ambil jangkauan yang besar dan sulit? Agar jika saya bisa diterima dan bekerja disana saya bisa mendapatkan pengalaman kerja yang sangat berharga yang tidak semua rang punya dan menjadikan itu sebagai nilai plus saya dimasa yang akan mendatang.

2.      LAZADA INDONESIA

Kenapa? Karena melihat bisnis dijaman sekarang yang sedang booming itu adalah bisnis Online (E-Commerce) dan peluang itu diprediksikan akan terus meningkat tiap tahunnya.

Masih banyak perusahaan yang saya inginkan menjadi tempat dimana saya akan bekerja nantinya. Untuk saat ini saya ingin bekerja di bidan Export-Import, Pergudangan, Marketing dan SCM. Saya sangat menyukai ilmu Logistik ini karena peran nya sangat besar walaupun hanya sedikit yang tahu tentang apa itu Logistik. Logistik disini mempunyai peran yang sama seperti Sutradara, lighting, sounding, dan orang orang dibelakang layar namun memiliki peran yang sangat besar terhapat kelancaran suatu kegiatan tersebut. Salam Logistik J